Untuk menghindari kerugian materiil maupun risiko cedera, berikut adalah beberapa kesalahan menggunakan mata gerinda yang paling sering terjadi di lapangan dan wajib Anda hindari:
1. Tidak Menyesuaikan Mata Gerinda dengan Material yang Dipotong
Ini adalah kekeliruan yang paling klasik. Banyak orang menganggap semua batu potong bisa digunakan untuk segala jenis permukaan. Faktanya, mata gerinda potong besi atau baja karbon memiliki formula bonding dan jenis butiran abrasif (seperti Aluminum Oxide) yang berbeda dengan mata potong untuk stainless steel (Inox) yang biasanya bebas besi dan belerang agar tidak memicu korosi. Menggunakan batu potong besi biasa pada stainless steel akan membuat material cepat gosong dan merusak estetika hasil akhir.
2. Mengabaikan Batas RPM Mata Gerinda
Setiap cakram potong selalu dilengkapi dengan informasi Max RPM (Rotations Per Minute) pada labelnya. Kesalahan fatal terjadi ketika operator memasang mata potong ber-RPM rendah pada mesin gerinda dengan kecepatan putar tinggi. Gaya sentrifugal yang dihasilkan mesin akan melampaui kekuatan ikatan batu potong, yang berpotensi membuat cakram tersebut pecah berkeping-keping saat menyentuh benda kerja.
3. Menggunakan Mata Potong untuk Grinding
Struktur fisik mata potong dirancang sangat tipis demi menghasilkan potongan yang lurus dan cepat. Karena tipis, komponen ini tidak memiliki kekuatan struktural lateral (samping). Jika Anda menggunakannya untuk aktivitas mengikis atau mengampelas permukaan permukaan logam (grinding), sisi samping cakram akan terkikis hebat, menipis, dan rentan patah secara mendadak. Untuk mengikis, selalu gunakan batu gerinda asah yang jauh lebih tebal.
4. Terlalu Fokus pada Harga Murah
Batu potong murah tanpa merek yang jelas sering kali menggunakan bahan pengikat (bonding) berkualitas rendah yang cepat aus. Alih-alih menghemat anggaran workshop, menggunakan produk berkualitas rendah justru membuat pengeluaran membengkak karena Anda harus terlalu sering mengganti batu potong yang habis. Belum lagi risiko bahaya keselamatan yang mengintai akibat lemahnya quality control produk murah.
5. Tidak Mengecek Kondisi Fisik Mata Gerinda
Menyimpan cakram potong di tempat yang lembap atau menumpuknya sembarangan dapat merusak struktur ikatan resin di dalamnya. Kesalahan umum pengguna adalah langsung memasang cakram yang diambil dari gudang tanpa memeriksa apakah ada retakan rambut, somplak di bagian tepi, atau kondisi kedaluwarsa (expired date) yang biasanya tertera pada cincin besi tengah cakram.